Tradisi Minum Teh Di China

Tradisi minum teh sudah menjadi sebuah kebudayaan dalam setiap masyarakat. Bahkan sudah banyak
negara di belahan dunia, yang mengikuti tradisi ini. Tradisi tersebut telah bertahan dalam kurun waktu cukup lama sehingga telah menjadi bagian dari sejarah kebudayaan dan status sosial. Walaupun teknik yang diterapkan memiliki perbedaan pada masing-masing negara atau daerah, tapi pada intinya merupakan salah satu cara untuk membangun suatu kebersamaan keluarga. Seperti kita ketahui, bahwa minum teh ini telah menjadi sebuah tradisi yang memerlukan keterampilan sendiri dalam proses penyajian dan cara menikmatinya.
Image and video hosting by TinyPic
Dalam tradisi minum teh, setiap negara memiliki ciri khas tersendiri. Dalam minum teh, masyarakat negeri tirai bamboo lebih mengutamakan aroma dan rasa teh. Dalam penyajiannya, teh tidak disajikan dengan kue. Prosesi ini sangat unik, karena ada dua wadah yang digunakan, yaitu mangkuk dan gelas. Mangkuk dipakai untuk meminum air teh, sedangkan gelas digunakan untuk menghirup aroma dari teh. Daun-daun teh dimasukkan sampai menutupi lingkaran yang ada di dasar poci tanah liat berwarna merah yang memiliki pori-pori rapat. Setelah itu, poci ditaruh di atas sebuah mangkuk besar. Kemudian, air mendidih mulai dituang  sampai tumpah atau luber dan tertampung di mangkuk besar. Selanjutnya poci ditutup sampai beberapa menit.

Setelah teh terendam dan aromanya mulai tercium. Langkah selanjutnya adalah menuang teh dalam gelas, kemudian dipindahkan ke dalam mangkuk. Setelah selesai memindahkan air teh, tamu dapat menghirup aroma harum dari teh yang ada di gelas. Hal tersebut dilakukan sebagai suatu tanda penghormatan kepada sang tuan rumah, Kemudian, tamu dapat meminum tehnya.