Strategi Pemasaran Rumah Makan : Maksimalkan Penjualan Melalui Desain Menu

Manajer restoran yang handal tentunya sadar bahwa diperlukan lebih dari sekadar pelatihan bagi staf tunggu (waiters) dan staf penjualan agar bisnis yang dikelolanya sukses.

Menu juga memainkan peran penting dalam meningkatkan penjualan. Daftar menu berbentuk papan tulis cukup menarik untuk memajang menu khusus, tapi menu cetak menawarkan potensi lebih besar untuk mendobrak penjualan. Menu cetak tidak hanya menunjukkan apa yang Anda jual kepada konsumen, tapi juga untuk memastikan bahwa pelanggan telah dibuat senyaman mungkin dalam menentukan makanan yang mereka inginkan.

Untuk membuat menu yang mampu memberikan pelayanan maksimal kepada pengunjung sekaligus sebagai alat marketing restoran yang efektif, Anda bisa mengikuti beberapa tips di bawah ini.

1. Temukan titik vokal
Kenali “hot-spot area” dalam daftar menu Anda. Hal ini sangat penting untuk mendorong penjualan. FHG International Inc., sebuah perusahaan dan franchise konsultan makanan, merekomendasikan untuk meletakkan makanan andalan di sudut kanan atas menu lipat dua. Jika Anda menggunakan menu yang terdiri atas satu halaman atau menu lipat tiga, bagian tengah menu adalah bagian yang paling mudah menarik perhatian pengunjung. Jadi, letakkan makanan paling profitable (menguntungkan) di bagian tengah menu.

2. Tandai item terbaik pada menu
Tarik perhatian pelanggan dengan makanan pembuka dan makanan utama yang biaya pembuatannya rendah namun paling menguntungkan. Menurut Restaurant Resource Group, dengan menandai item tertentu konsumen akan cenderung memilih makanan tersebut dibanding makanan lainnya. Gunakan tulisan tebal atau warna yang berbeda untuk menandainya. Tambahkan foto yang berkualitas untuk lebih mendorong pelanggan memesan makanan tersebut.

3. Pastikan menu Anda singkat dan jelas
Tak seorang pun ingin membaca menu berukuran sebesar buku hanya untuk memesan makan malam. Jadi, buatlah menu yang ringkas. Jika tidak, pelanggan akan menghabiskan terlalu banyak waktu hanya untuk menentukan makanan yang hendak dipesan. Tingkat pergantian pelanggan pun menjadi lebih lama.

Susun menu dengan rapi, sehingga mudah bagi pelanggan untuk membaca dan memesannya. Buang item menu yang tidak menjual. Dengan demikian, pelanggan hanya akan melihat menu yang laris dan lebih cenderung untuk memesannya. Usahakan tidak mencantumkan lebih dari dua lusin menu utama di menu. Dengan demikian, Anda tidak menghabiskan terlalu banyak anggaran untuk persediaan menu yang terlalu bervariasi tersebut.

4. Buat menu yang deskriptif
Gunakan kata sifat dan deskripsi yang menarik untuk menjelaskan setiap item pada menu, khususnya item yang harganya lebih mahal. Deskripsi tersebut harus bisa membuat orang meneteskan air liur saat membayangkannya. Cantumkan deskripsi yang menggiurkan untuk sup, makanan pembuka, makanan penutup, serta minuman utama untuk meningkatkan penjualan. Deskripsi yang unik dan menarik juga akan memperkuat positioning restoran Anda dalam benak pengunjung.

5. Update menu Anda secara teratur
Update menu restoran Anda secara berkala, meskipun harga makanan tidak naik. Dengan meng-update menu, Anda bisa memiliki peluang untuk me-review item apa saja yang laris dan yang tidak, serta item yang berkontribusi paling banyak dan paling kecil terhadap keuntungan. Dengan data ini, Anda bisa mengatur kembali menu Anda sehingga lebih menguntungkan, dan Anda bisa melakukan penyesuaian harga.

Beberapa item pada menu mungkin tidak begitu menguntungkan bagi restoran Anda, tapi cukup banyak konsumen yang memesannya. Karena Anda tidak ingin kehilangan konsumen, letakkan item yang keuntungannya paling kecil di bagian yang paling kurang mendapatkan perhatian pengunjung, misalnya di sudut halaman belakang menu.