Minyak Kelapa dan Kandungan Lemak Jenuhnya : Baik atau Buruk untuk Kesehatan ?

Kelapa dan minyak kelapa merupakan produk unggulan negara-negara tropis pada abad ke-19 dan paruh pertama abad ke-20. Setelah Perang Dunia II kejayaannya mulai digantikan oleh jenis minyak nabati lainnya yang diproduksi di negara-negara Barat, seperti minyak kedelai, minyak jagung, minyak canola, minyak biji bunga matahari, dsb.

Di Indonesia sendiri minyak kelapa semakin tersingkir sejak gencarnya produksi minyak sawit oleh pabrik-pabrik besar.

Isu kesehatan yang banyak dihembuskan oleh beberapa kalangan membuat minyak kelapa semakin dijauhi konsumen. Isu yang paling sering terdengar adalah bahwa kandungan lemak jenuh (saturated fat) pada minyak kelapa telah menyebabkan meningkatnya penderita penyakit modern, seperti jantung koroner, obesitas dan gangguan kolesterol.

Tetapi apakah benar bahwa lemak jenuh yang ada pada minyak kelapa berbahaya bagi kesehatan ? Apakah kita harus menjauhi minyak kelapa untuk masakan sehari-hari ? Dari penelusuran di internet, ternyata jawabannya tidaklah sesederhana yang dibayangkan.

Banyak sudah penelitian yang melaporkan manfaat luar biasa dari minyak kelapa, baik untuk kesehatan maupun kecantikan. Baik sebagai makanan suplemen dengan meminum Virgin Coconut Oil (VCO)setiap hari, maupun sebagai minyak goreng untuk memasak sehari-hari.

Berikut adalah beberapa manfaat dari minyak kelapa untuk kesehatan maupun kecantikan (Sumber : VCO Minyak Penakluk Aneka Penyakit oleh Andi Nur Alam Syah, Penerbit Agro Media Pustaka – Depok) :

1. Minyak kelapa membantu mencegah penyumbatan pembuluh darah, mengurangi resiko penyakit degeneratif (jantung, stroke, dll) dan kanker.
2. Dalam tubuh minyak kelapa mampu berfungsi sebagai anti mikroba, anti bakteri dan anti virus, sehingga dapat meningkatkan kemampuan tubuh dalam menanggulangi berbagai macam penyakit.
3. Minyak kelapa membantu mengatasi kegemukan (obesitas).
4. Mempermudah pencernaan dan penyerapan bahan gizi.
5. Membantu penyembuhan osteoporosis.
6. Bermanfaat untuk menjaga kesehatan lever (hati).
7. Bermanfaat untuk menjaga kesehatan kulit, rambut dan membantu mencegah proses penuaan dini.

Nah, jika minyak kelapa memiliki manfaat yang luar biasa, mengapa sekarang jarang orang yang menggunakannya untuk aktivitas memasak sehari-hari ? Berikut adalah jawabannya :

1. Minyak kelapa lebih sedikit tersedia di pasaran, pamornya pun kalah dibanding minyak sawit. Apalagi dibanding minyak jagung, minyak canola ataupun minyak zaitun (olive oil). Jarang industri besar yang berminat mengembangkan produk minyak kelapa. Minyak sawit jauh lebih mudah dan menguntungkan untuk dikembangkan dalam skala industri besar.

2. Membayangkan minyak kelapa orang akan teringat saat-saat 40-50 tahun yang lalu waktu minyak kelapa masih banyak dijumpai di dapur-dapur rumah tangga Indonesia. Seakan-akan minyak kelapa adalah gaya hidup jaman dulu (jadul) yang kurang bergengsi untuk dibawa ke zaman modern sekarang ini.

3. Banyak penelitian yang melaporkan bahwa tingginya kadar lemak jenuh (saturated fat) dalam minyak kelapa akan menyebabkan meningkatnya kadar kolesterol dalam darah, sehingga rawan menyebabkan penyakit jantung dan stroke.

Penelusuran lebih jauh melalui internet memang memperlihatkan bahwa pendapat pro dan kontra tentang apakah minyak kelapa baik atau buruk untuk kesehatan masih cukup tajam. Penyebabnya adalah kandungan lemak jenuh pada minyak kelapa yang sangat tinggi sebagaimana data berikut :

Asam lemak jenuh = 92%
Asam lemak tak-jenuh tunggal = 6%
Asam lemak tak-jenuh jamak = 1.6%

Lemak jenuh dianggap sebagai salah satu penyebab utama meningkatnya penderita penyakit penyempitan pembuluh darah, jantung dan stroke.
Berikut adalah beberapa pendapat pro dan kontra tentang pengaruh lemak jenuh (saturated fat) bagi kesehatan :

1. www.authoritynutrition.com
2. www.nhs.uk
3. www.more.com

Di luar pro dan kontra, ada beberapa fakta menarik tentang konsumsi minyak jenuh yang berasal dari kelapa :

1. Beberapa penelitian terhadap penduduk beberapa kepulauan di Lautan Pasifik menemukan bahwa justru populasi yang banyak mengkonsumsi minyak jenuh dari kelapa memiliki riwayat penyakit jantung dan stroke yang rendah.

2. Di Indonesia sendiri, mungkin penderita penyakit jantung dan stroke lebih banyak ditemukan sekarang ini dibandingkan misalkan periode lima puluh tahun yang lalu. Padahal penggunaan minyak kelapa sebagai minyak goreng sangatlah populer di kalangan rumah tangga Indonesia sebelum dasawarsa 80-an atau 90-an.

3. Di tengah kampanye gencar untuk menjauhi lemak jenuh (saturated fat) di USA, ternyata suplemen Virgin Coconut Oil menjadi salah satu best selling item di gerai online amazon.com : Nutiva VCO.

Kembali ke judul awal artikel ini, apakah minyak kelapa dengan kandungan lemak jenuhnya baik atau buruk untuk kesehatan ? Rasanya sulit untuk menjawab pertanyaan ini secara hitam putih. Jawabannya kembali kepada preferensi Anda masing-masing. Solusi terbaik mungkin dengan mencoba mengkonsumsi minyak kelapa selama 4-6 bulan, dan lakukan test kesehatan (profil lemak) sebelum dan sesudahnya.