Merancang Konsep Bisnis Sebuah Restoran (Bagian ke-2)

Tulisan berikut merupakan lanjutan dari Merancang Konsep Bisnis Sebuah Restoran (Bagian ke-1).

Ciptakan Suasana yang Tepat
Atmosfer atau suasana adalah elemen terpenting dalam menentukan konsep rumah makan. Coba bayangkan suasana dan pengalaman seperti apa yang ingin dirasakan pengunjung begitu mereka masuk. Suasana sebuah rumah makan bisa dibentuk melalui empat hal berikut ini:

1. Rasa (jenis dan kualitas masakan).
Hal ini mutlak untuk sebuah restoran. Tak akan ada orang yang mau kembali ke sebuah restoran kalau makanannya tidak enak. Pastikan Anda menyewa koki atau staf ahli yang mampu meracik makanan enak, dan pastikan kelezatannya konsisten. Ini akan mendatangkan pengunjung loyal, yang akhirnya membantu meningkatkan popularitas restoran Anda.

2. Interior.
pa saja yang akan dilihat pengunjung saat mereka berada dalam ruang restoran? Penentuan konsep interior ini jauh lebih luas daripada sekedar menggantung beberapa hiasan dinding. Aspek berikut sangat mempengaruhi suasana interior sebuah restoran :
–  Pencahayaan.
Sistem pencahayaan yang tepat dapat membawa suasana tertentu di restoran.
–  Warna.
Pemilihan warna yang tepat akan mempengaruhi perasaan pengunjung, bahkan menggugah selera makan serta menentukan atmosfer secara keseluruhan.
–  Proses memasak.
Ini adalah hal penting untuk menentukan atmosfer. Apakah Anda akan mendesain dapur restoran sedemikian rupa sehingga pengunjung dapat menikmati proses yang ada di dalamnya? Jika restoran Anda memiliki dapur terbuka, dengan pemandangan api kompor yang kadangkala membumbung ke udara, hal itu sudah cukup menimbulkan suasana akrab dan menarik.

3. Suara.
Suara-suara yang ada di dalam restoran dapat mempengaruhi atmosfer. Pastikan Anda telah mengelolanya dengan baik agar suara-suara yang ada tidak merusak suasana.
–  Musik.
Anda bisa memutar musik yang sesuai dengan konsep restoran Anda.
–  Suara-suara dapur.
Suara yang muncul dari proses memasak dan mempersiapkan makanan, seperti dentangan panci, pisau yang beradu dengan telenan atau bahkan desisan penggorengan di wajan, bisa meningkatkan energi serta gairah makan para tamu.
–  Suara di ruang makan.
Beberapa restoran dirancang dengan menggunakan prinsip akustik tertentu. Misalnya, ada restoran yang menekankan suara-suara aktivitas kota yang sibuk dengan menggunakan desain akustik tertentu. Akan tetapi, jangan sampai restoran Anda dianggap terlalu berisik.

4. Aroma.
Beberapa restoran menggunakan aroma spesifik untuk mengatur atmosfer di dalam ruangan. Aroma akan langsung dirasakan pengunjung saat memasuki ruang restoran dan mempengaruhi suasana hati mereka.
Aroma seperti ikan yang dibakar atau bumbu yang ada dalam penggorengan akan membuat perut kosong semakin keroncongan. Atau aroma makanan yang dibawa pelayan menuju meja pengunjung dapat membuat air liur semakin deras mengalir.
Pengaturan aroma yang pas bisa memperkuat kesan pengunjung terhadap restoran Anda.

Menjabarkan Konsep Restoran
Saat menyusun konsep restoran, pastikan Anda meluangkan waktu untuk menuangkan perincian konsep di atas kertas dan mempertimbangkan semua poin di atas. Pikirkan hal-hal apa dari restoran Anda yang paling penting, unik, dan bisa menarik pengunjung. Pilih tipe restoran, atmosfer, dan menu makanan yang paling bisa menonjolkan konsep Anda. Menjabarkan konsep restoran sangat penting untuk perencanaan usaha rumah makan.
Tidak ada rumus pasti seperti apa konsep rumah makan yang hebat. Konsep yang di atas kertas kelihatannya sempurna bisa gagal jika ada faktor negatif lain yang mempengaruhi. Akan tetapi, memiliki tujuan dan karakter yang jelas akan sangat membantu dalam mempersiapkan bisnis restoran. Buatlah konsep Anda seunik dan semenarik mungkin bagi target pasar.
Rencanakan dengan teliti semua aspek yang membentuk konsep sebuah rumah makan, yaitu rasa (jenis dan kualitas makanan), interior ruangan, suara dan aroma. Merancang konsep dengan baik akan memberikan arah dan gambaran yang jelas, sehingga semakin mempermudah langkah-langkah selanjutnya dalam hal menentukan lokasi, desain menu, peralatan masak, furniture dan sebagainya. Buatlah restoran semenarik mungkin, mudah dikenali, dan nyaman.
Dalam beberapa kasus, Perencanaan konsep restoran yang detail tidak diperlukan. Misalnya, jika Anda mendirikan restoran waralaba yang konsepdan perencanaannya sudah disediakan. Atau mungkin, Anda sekedar membuka restoran kecil di ujung jalan yang menjual pizza. Tidak ada menu lain, hanya pizza saja.

Menyuguhkan konsep yang istimewa dan dibuat dengan baik sangat disarankan untuk restoran independen baru yang harus memiliki identitas dan karakter kuat, sehingga mampu bersaing dengan kompetitor.