Merancang Konsep Bisnis Sebuah Restoran (Bagian ke-1)

Ketika seorang penulis hendak menciptakan novel, mereka harus membuat alur ceritanya dulu. Sama halnya dengan pengusaha restoran; ketika hendak mendirikan restoran baru, mereka harus memiliki konsep. Istilah ini mengacu pada tampilan tempat usaha Anda, misalnya dari segi model layanan, menu yang dihidangkan, juga atmosfernya. Tidak peduli apakah Anda mengambil alih restoran lama atau mendirikan tempat usaha yang benar-benar baru, Anda harus memikirkan konsep yang akan diusung di dalamnya. Konsep itu kemudian akan membentuk pola pikir publik dan memberi kesan tertentu terhadap restoran tersebut, sehingga mereka bisa tahu apa yang akan mereka makan.

Pemilihan konsep restoran merupakan langkah awal yang penting untuk mengambil sederet keputusan lainnya, seperti pemilihan lokasi, pembelian peralatan, perekrutan karyawan, dan strategi pemasaran yang diperlukan. Jika Anda sedang mempertimbangkan untuk membuka restoran, jangan lupa menerapkan hal-hal di bawah ini untuk menentukan konsep dan menetapkan fondasi bagi pengelolaan restoran. 

Rencanakan Menunya
Restoran pada dasarnya dikenali dari menunya. Tamu-tamu Anda pasti penasaran soal makanan Anda; apa menunya, bagaimana menyiapkannya, apa saja bahan-bahannya, dan bagaimana memasaknya. Putuskan tema tertentu untuk menu, misalnya menu etnik, makanan cepat saji, atau makanan rumahan. Jika ingin konsep unik, Anda bisa mengambil satu konsep makanan unik, kemudian tambahkan ciri khas Anda sendiri.

Contoh dari konsep unik ini adalah P.F. Chang’s China Bistro, yang merombak konsep restoran Cina pada umumnya. Restoran yang sekarang memiliki banyak cabang ini menawarkan masakan Cina dengan konsep fusion yang dipadukan dengan minuman serta koktail trendi. Menunya menerapkan konsep baru pada masakan Cina tradisional, sehingga terlihat seperti menu masakan Cina yang tidak umum. Selain menunya, atmosfer restoran dibuat modern sehingga membuat restoran ini berbeda dengan tipikal restoran Cina yang dikenal orang pada umumnya. Jadi, ketika memikirkan konsep, pikirkan juga bagaimana menu tersebut dapat menarik banyak orang.

Tetapkan Target Pemasaran
Ketika Anda membuat sebuah konsep restoran, bayangkan juga konsumen macam apa yang ingin Anda tarik. Ide dasar restoran Anda seharusnya sudah bisa memberikan gambaran itu. Anda harus memastikan bahwa ada peluang pasar bagi konsep restoran tersebut di area Anda, supaya Anda juga bisa menerapkan harga yang pas. Misalnya, jika Anda ingin membuka restoran kelas atas dengan hidangan pembuka mewah dan ruangan bergaya lounge, berarti sasaran pemasaran Anda adalah kaum profesional muda dengan penghasilan tinggi. Hal ini kemudian akan membantu Anda menentukan lokasi restoran.

Pilih Strategi Operasional
Pengusaha restoran harus punya ide lengkap tentang restoran tersebut sebelum maju lebih jauh. Perencanaan restoran biasanya termasuk menetapkan tipe layanan untuk pengunjung. Pada umumnya, restoran memiliki salah satu di antara tipe-tipe layanan berikut ini:

1. Restoran mewah (fine dining). Restoran ini menerapkan konsep mewah berkelas untuk pengunjungnya, yang ditandai dengan dekorasi indah, atmosfer nyaman, koki ternama, layanan spesial, serta menu yang berharga cukup mahal.
2. Restoran keluarga/kasual. Restoran ini menawarkan hidangan yang lebih lengkap daripada restoran cepat saji tapi lebih murah dibanding restoran mewah. Konsumennya lebih luas dan banyak dikunjungi keluarga.
3. Restoran fast-casual. Restoran ini masih menawarkan pelayanan dan menu yang lebih baik ketimbang restoran cepat saji, tapi menunya lebih terbatas, serta lebih murah daripada restoran keluarga.
4. Restoran cepat saji. Restoran macam ini menekankan kemudahan dan layanan cepat. Dekorasinya mudah, makanannya murah, dan ada layanan counter cepat.

Tipe-tipe restoran ini akan menentukan desain restoran, karyawan yang dipekerjakan, makanan yang dihidangkan, dan sebagainya. Hal lainnya yang harus ditentukan, antara lain adalah layanan bawa pulang, layanan hantaran, dan katering.