Manfaat Minyak Kelapa Untuk Kesehatan

Pohon kelapa dikenal sebagai pohon kehidupan. Tidak ada bagian dari pohon kelapa yang tidak memberi manfaat. Akarnya yang berbentuk akar serabut bisa dipergunakan sebagai bahan bakar. Batang pohon kelapa dikenal sangat bagus untuk rangka struktur bangunan. Dekorasi daun kelapa adalah penanda adanya pesta penikahan. Sapu lidi (batang daun kelapa) sangat nyaman untuk membersihkan halaman rumah.

Sabut kelapa dikombinasi dengan latex (rubberized coir) adalah material spring bed yang paling populer di India. Handicraft dari tempurung kelapa sangat digemari untuk dekorasi rumah dan merupakan salah satu komoditas ekspor unggulan.

Air kelapa dapat diolah menjadi nata de coco ataupun minuman isotonik. Daging kelapa selain diambil air santannya untuk memasak juga bisa diolah menjadi minyak kelapa yang memiliki khasiat luar biasa untuk kesehatan maupun kecantikan.

Melihat khasiat dan manfaatnya yang luar biasa, tidaklah mengherankan jika kitab Hindu Ayurveda sudah banyak mengulasnya sejak ribuan tahun yang lalu. Pohon kelapa memang paling banyak dijumpai di wilayah tropis. Filipina, Indonesia dan India adalah negara-negara penghasil kelapa dan produk kelapa terbesar di dunia.

Tulisan ini khusus membahas manfaat minyak kelapa untuk kesehatan. Berikut adalah beberapa di antaranya.

1. Membantu mencegah penyempitan pembuluh darah.
Penyempitan pembuluh darah (atherosclerosis) adalah penyebab penyakit jantung dan stroke. Atherosclerosis akan menyebabkan serangan jantung jika penyempitan itu terjadi pada arteri yang menuju jantung, sehingga suplai oksigen ke jantung terganggu. Sementara stroke terjadi akibat otak kekurangan suplai darah (oksigen). Hal ini disebabkan karena arteri yang menyuplai darah ke otak mengalami penyumbatan.

Atherosclerosis diawali oleh rusaknya jaringan endothelium, yaitu jaringan yang melapisi bagian dalam dinding arteri. Kerusakan endothelium bisa disebabkan oleh tekanan darah yang tinggi, serangan radikal bebas atau akibat invasi LDL (kolesterol jahat). Aktivitas pemulihan jaringan endothelium yang rusak akan menimbulkan plak yang makin lama akan semakin tebal dan mengganggu sirkulasi darah atau bahkan menyumbatnya.

Minyak kelapa dapat membantu mencegah penyumbatan pembuluh darah. Pertama karena lemak jenuh yang ada pada minyak kelapa dapat mengurangi kandungan LDL type-B (small, dense LDL) dan menambah kadar LDL type-A (large, fluffy LDL), sehingga mengurangi kemungkinan invasi LDL ke dalam jaringan endothelium (wikipedia.org dan nutrition.org).

Yang kedua, sifat anti-mikroba, anti-bakteri dan anti-virus dari lemak jenuh minyak kelapa akan membantu sel darah putih mempercepat penyembuhan luka pada jaringan endothelium. Luka yang lebih cepat sembuh akan mengurangi penimbunan plak yang lebih banyak, sehingga pembuluh arteri terhindar dari kemungkinan penyumbatan.

2. Mengurangi resiko penyakit degeneratif.
Penyakit degeneratif adalah gangguan kesehatan yang diakibatkan oleh menurunnya fungsi jaringan atau organ tubuh seiring dengan berjalannya waktu (usia) seseorang, baik karena pengaruh bertambahnya usia atau juga karena pengaruh pola makan dan aktivitas.

Contoh penyakit degeneratif adalah penyakit jantung, stroke, diabetes, kanker, atherosclerosis, osteoporosis, parkinson, alzheimer, dsb. Selain penyakit degeneratif juga dikenal penyakit infeksi, yaitu penyakit yang disebabkan oleh serangan virus, bakteri atau mikroba ke dalam tubuh.

Dewasa ini karena perubahan pola hidup dan pola makan, jumlah penderita penyakit degeneratif semakin meningkat.

Pada umumnya penyakit degeneratif disebabkan oleh aktivitas radikal bebas dalam tubuh (www.nih.gov). Pemakaian minyak goreng yang tidak tepat adalah salah satu sumber munculnya radikal bebas. Tidak semua minyak cocok dipergunakan untuk penggorengan, misalkan minyak zaitun. Minyak goreng sawit pun sebaiknya dipakai tidak lebih dari 3 kali penggorengan.

Minyak kelapa mengandung 92% lemak jenuh dengan 12 rantai carbon tunggal, biasa dikenal dengan Medium Chain Triglycerides (MCT). Lemak jenuh ini tidak memiliki ikatan carbon ganda, sehingga lebih stabil terhadap proses pemanasan hingga temperatur tinggi, misalkan pada saat penggorengan. Minyak goreng yang lebih stabil pada temperatur tinggi, menghasilkan lebih sedikit anti radikal, sehingga dapat membantu menekan kemungkinan munculnya penyakit degeneratif.

3. Membantu Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Terhadap Penyakit Infeksi.

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa asam laurat (C-12), salah satu senyawa dari medium chain triglycerides yang ada pada minyak kelapa, memiliki kemampuan sebagai anti bakteri, anti virus dan anti mikroba. Begitu juga dengan asam kaprilat (C-8), asam kaprat (C-10) dan asam miristat (C-14).