Kunci Sukses Rumah Makan : Buat Desain Menu Sesuai Konsep Restoran

Menu restoran yang didesain dengan baik merupakan salah satu kunci sukses sebuah restoran. Menu harus mencerminkan perpanjangan dari konsep atau gaya restoran yang Anda kelola : formal, kasual, kekeluargaan ataupun cepat saji. Sebagai salah satu marketing tool utama, menu juga harus dimanfaatkan untuk memperkuat brand awareness restoran Anda dalam benak konsumen.

Berikut adalah beberapa pertanyaan yang sering mengemuka berkenaan dengan desain menu sebuah restoran atau rumah makan.

1. Apa perlunya sebuah desain menu yang baik?

Menu adalah alat penyajian dan komunikasi yang paling utama. Menu mencerminkan siapa Anda dan apa yang ingin Anda sampaikan. Menu harus memberikan cukup kesan, sehingga pengunjung akan mengingat restoran Anda dalam waktu lama. Selain itu, menu juga merupakan brand representative, yang akan menentukan apakah pengunjung akan betah berada di sana, akan berkunjung kembali, atau bahkan merekomendasikan restoran Anda kepada keluarga dan sahabat.

2. Apa saja langkah yang harus saya ambil sebelum merancang menu restoran?

Sama halnya dengan usaha kreatif lainnya, hasil yang sempurna tidak akan bisa dicapai tanpa riset yang memadai. Dalam kaitannya dengan menu restoran, Anda harus mengumpulkan data dari berbagai sumber.

Teliti sumber daya Anda terlebih dulu. Seberapa besar dana yang akan Anda sediakan ? Menu yang semakin bervariasi tentunya memerlukan inventori yang lebih banyak, otomatis dana yang diperlukan juga lebih besar. Pilihan menu yang lebih banyak juga memerlukan operasional yang lebih kompleks, peralatan dan tenaga yang lebih besar.

Kemudian, teliti para pesaing Anda. Lihat website mereka jika ada. Apa saja yang tersedia dalam menu mereka? Apakah Anda memilih untuk bersaing dengan mereka secara head-to-head atau mengambil strategi yang lain ?

Setelah itu, pertimbangkan lokasi dan kaitannya dengan lingkungan sekitar usaha Anda. Kira-kira 80 persen konsumen sebuah restoran berasal dari penduduk sekitar dengan radius kira-kira 10 menit perjalanan dari lokasi tersebut. Ada baiknya jika Anda mencoba untuk menjawab beberapa pertanyaan berikut ini:

Apa yang akan saya tawarkan dalam menu restoran saya dan tidak dimiliki restoran lain di sekitarnya?
Apa saja menu yang sama dengan menu di restoran lain?
Bagaimana perbandingan harganya?
Apakah menu saya lebih bervariasi dibandingkan mereka?

Dengan menjawab pertanyaan di atas, Anda akan mendapatkan panduan dalam merancang menu yang sesuai untuk restoran Anda.

3. Bagaimana cara merancang menu restoran saya?

Tidak ada “benar” atau “salah” dalam desain menu restoran. Menu yang cocok untuk satu restoran bisa saja gagal di restoran lain. Namun, seperti telah dibahas sebelumnya, menu harus mencerminkan gaya atau style restoran Anda. Pilihan yang ada dalam menu juga harus sesuai dengan konsumen yang akan disasar.

Memilih desain yang formal untuk makanan kasual tidak akan membuat makanan yang Anda tawarkan lebih menarik. Anda justru membuat konsumen bingung karena desain restoran dengan menunya tidak cocok. Jika restoran Anda tidak memiliki tema khusus, mulailah dengan bertanya, “apakah restoran saya bertema kasual atau formal, ramah untuk keluarga atau khusus dewasa?”

Warna dominan yang Anda pilih untuk menu akan sangat mempengaruhi suasana dan benak konsumen. Warna merah cerah atau oranye memberikan kesan “pedas” dan pilihan makanan yang trendi. Warna biru lembut dan warna laut menghadirkan kesan lebih kalem serta mewakili selera dan aksen yang lebih lembut. Warna hitam-putih menghadirkan suasana klasik yang cocok untuk rumah makan high-end (kelas atas).

4. Bagaimana cara menyusun daftar makanan di dalam menu?

Rancanglah menu restoran Anda sesuai dengan urutan waktu makan. Susun setiap makanan secara berurutan, dari makanan pembuka, salad dan sup terlebih dulu, kemudian makanan utama, dan diikuti makanan penutup. Letakkan makanan spesifik di halaman tersendiri.

Jika restoran Anda buka dari pagi hingga malam, maka menu makanan bisa dikelompokkan menjadi menu sarapan, makan siang dan makan malam.

Agar lebih menarik Anda juga bisa mencantumkan Menu Special (khas) restoran Anda, menu favorit, vegetarian menu atau paket menu dengan harga yang lebih ekonomis.

5. Apa saja tip yang bisa saya gunakan untuk merancang menu restoran?

Letakkan item andalan dan item paling menguntungkan dari menu Anda pada area paling strategis dari daftar menu restoran Anda. Bagian ini adalah area yang pertama kali dilihat oleh konsumen saat membaca daftar menu.

Jika daftar menu memiliki bentuk buku dengan beberapa halaman, maka halaman-halaman awal adalah area yang paling strategis. Sementara sebuah survey menunjukkan bahwa jika daftar menu hanya terdiri dari satu lembaran yang terbagi menjadi 3 kolom, maka pertama kali mata pengunjung akan tertuju pada bagian tengah halaman. Kemudian pandangan mata akan berpindah ke bagian pojok kanan atas, bergeser ke pojok kiri atas, turun ke pojok kiri bawah, naik menyilang ke pojok kanan atas dan terakhir turun ke pojok kanan bawah.

Buat desain khusus untuk makanan Andalan agar lebih menarik perhatian, misalnya menggunakan kotak, menambahkan warna, foto, label, dan logo.

6. Apa saja kesalahan yang lazim ditemukan pada desain menu restoran?

Menu yang tidak didesain dengan baik bisa menimbulkan masalah bagi konsumen rumah makan Anda, sehingga mereka enggan untuk kembali.

Beberapa kesalahan yang lazim terjadi pada menu adalah: ukuran huruf yang terlalu kecil sehingga sulit dibaca, menu terlalu besar sehingga sulit dipegang, menu susah dimengerti karena terlalu banyak menggunakan istilah asing, tampilan menu yang tidak sejalan dengan konsep rumah makan, makanan yang disajikan tidak seperti yang ditampilkan dalam foto menu, dsb.

7. Seberapa sering saya harus meng-update desain menu restoran saya?

Agar tampilan menu selalu fresh, menarik dan menguntungkan, Anda harus mengevaluasi efektivitas setiap item makanan dan bagaimana sumbangannya terhadap keuntungan penjualan. Lakukan analisis terhadap menu Anda setiap enam bulan atau setahun sekali. Selama evaluasi, lakukan analisis frekuensi penjualan dan profitabilitas dari setiap item makanan dan minuman. Dari sini bisa diketahui item mana yang paling favorit, mana yang harus dipertahankan dan mana yang harus dikeluarkan dari menu restoran.