Merancang Konsep Bisnis Sebuah Restoran (Bagian ke-1)

Ketika seorang penulis hendak menciptakan novel, mereka harus membuat alur ceritanya dulu. Sama halnya dengan pengusaha restoran; ketika hendak mendirikan restoran baru, mereka harus memiliki konsep. Istilah ini mengacu pada tampilan tempat usaha Anda, misalnya dari segi model layanan, menu yang dihidangkan, juga atmosfernya. Tidak peduli apakah Anda mengambil alih restoran lama atau mendirikan tempat usaha yang benar-benar baru, Anda harus memikirkan konsep yang akan diusung di dalamnya. Konsep itu kemudian akan membentuk pola pikir publik dan memberi kesan tertentu terhadap restoran tersebut, sehingga mereka bisa tahu apa yang akan mereka makan.

Pemilihan konsep restoran merupakan langkah awal yang penting untuk mengambil sederet keputusan lainnya, seperti pemilihan lokasi, pembelian peralatan, perekrutan karyawan, dan strategi pemasaran yang diperlukan. Jika Anda sedang mempertimbangkan untuk membuka restoran, jangan lupa menerapkan hal-hal di bawah ini untuk menentukan konsep dan menetapkan fondasi bagi pengelolaan restoran.  [Read more…]

Bisnis Rumah Makan : 8 Pertanyaan Yang Sering Muncul Saat Akan Memulainya

1. Bagaimana cara memilih lokasi sebuah restoran ?
Lokasi, lokasi, dan lokasi. Lokasi dapat membuat sebuah restoran sukses atau gagal. Jika tak seorang pun bisa menemukan restoran Anda, sebaik apa pun makanan dan pelayanan yang Anda tawarkan, tidak akan ada gunanya. Sebelum menempati suatu lokasi, terlebih dulu periksa basis populasi di daerah tersebut, untuk mengetahui apakah ada konsumen potensial yang cukup di sana.
Indikator lain dari sebuah lokasi yang baik adalah bisnis lain di sekitarnya. Apakah lokasi restoran berada di pusat kota yang tumbuh subur atau di sebuah kota “hantu” yang terlupakan?

2. Berapa waktu kontrak yang pantas jika saya ingin menyewa lokasi restoran ?
Mulailah dengan kontrak satu tahun, atau paling lama dua tahun. Satu atau dua tahun cukup untuk mengetahui apakah lokasi tersebut merupakan pilihan yang tepat atau tidak untuk sebuah restoran. Informasi lebih lanjut tentang cara bernegosiasi untuk kontrak restoran.

3. Bagaimana cara memilih nama restoran ?
Memberi nama sebuah restoran hampir sama dengan memberi nama seorang anak; harus dipilih dan dipertimbangkan secara saksama. Nama sebuah restoran mencerminkan lokasi, tema, atau riwayat lokal. Nama restoran bisa berupa permainan kata, seperti Jejamuran yang memang khusus menyediakan menu dari berbagai macam jamur.

4. Apakah saya harus membeli peralatan restoran yang baru atau bekas ?
Bergantung pada jenis peralatan dan usianya. Beberapa peralatan dapur komersial memiliki usia ekonomis yang rendah, misalnya pembuat es. Jadi lebih baik menyewa atau membeli baru yang masih memiliki garansi. Peralatan dapur lainnya, seperti tabung gas, laksana dinosaurus yang tahan selamanya. Maka, cukup dengan sedikit perawatan, tabung bisa dibeli dalam kondisi bekas tanpa perlu membuat Anda merasa khawatir.

5. Bagaimana cara menentukan harga menu di restoran saya ?
Rumus umum untuk menu restoran adalah 30%-35% dari harga bahan atau lebih. Artinya, harga makanan untuk menu tertentu tidak boleh melebihi 30% dari biaya yang Anda keluarkan. Jika Anda membuat ayam goreng seharga 18 ribu rupiah untuk menu makan malam, berarti bahan-bahan untuk menu tersebut tidak boleh lebih dari 6,300 rupiah.

6. Apakah saya harus mempekerjakan seorang manajer atau mengelolanya sendiri ?
Saya menemukan ada dua jenis pemilik restoran. Orang yang merasa nyaman berada di belakang meja dan orang yang lebih suka berada di belakang layar. Jika yang pertama bukan tipe Anda, sebaiknya Anda mempekerjakan seorang manajer untuk bekerja di belakang meja. Namun, jika Anda lebih suka berbicara dengan konsumen dan menangani keluhan konsumen serta tidak merasa nyaman menyerahkannya kepada orang lain, Anda bisa menghemat uang dan melakukannya sendiri, atau menyewa seorang manajer paruh waktu (part-time) untuk menangani segala sesuatunya saat Anda menghadiri semua urusan yang berkaitan dengan pekerjaan sebagai seorang pemilik restoran. Informasi lebih lanjut tentang cara memilih manajer untuk restoran.

7. Apakah bisnis franchise lebih baik daripada restoran milik sendiri (independent restaurant) ?
Bisnis franchise restoran memiliki sisi positif dan negatif. Restoran franchise memiliki nama yang sudah tenar, iklan yang populer, dan menu yang sudah ditentukan. Pada dasarnya, franchise adalah operasi perpanjangan tangan. Namun, Anda membayar semuanya. Terkadang, Anda harus membayar dalam jumlah besar untuk membuka sebuah bisnis franchise.

8. Apakah saya akan menghasilkan banyak uang dengan memiliki restoran ?
Anda mungkin mendapatkan banyak pemasukan, tapi Anda juga harus mengeluarkan banyak uang untuk operasional usaha restoran tersebut. Banyak orang berpendapat bahwa memiliki restoran sama dengan memiliki mesin uang. Dengan memiliki restoran sendiri, Anda mungkin mampu hidup dengan standard di atas rata-rata, selama Anda (sebagai pemilik) bisa melakukan segala sesuatu: menjadi tukang masak, pelayan, manajer, akuntan, dan semacamnya.
Terlalu banyak orang yang membuka restoran dan berpikir bahwa segala sesuatunya bisa diserahkan kepada karyawan, sementara mereka bisa duduk enak dan menghitung keuntungan yang dihasilkan. Awalnya bisa jadi seperti itu. Namun, pada akhirnya, cara berpikir seperti itu akan meruntuhkan bisnis restoran Anda. Ingat, pesaing baru selalu muncul dan siap merebut pelanggan Anda.

Membuka Usaha Rumah Makan : Pertimbangkan Konsep-Konsep Restoran Berikut

Saat ini, ada begitu banyak jenis restoran, dari restoran cepat saji hingga restoran keluarga. Berikut ini pembahasan singkat tentang konsep-konsep restoran yang populer saat ini.

Restoran Cepat Saji (Fast Food)
Jenis restoran cepat saji paling populer di kalangan masyarakat. Restoran berantai, seperti McDonalds dan KFC, mulai populer pada 1950-an, dan diikuti oleh konsep-konsep lain yang jumlahnya hampir tak terhitung. Restoran cepat saji menarik perhatian konsumen karena pelayanan yang cepat dan nyaman. Restoran tipe ini biasanya dikembangkan dengan sistem franchise.
Di Indonesia pun banyak rumah makan cepat saji yang menerapkan sistem franchise, seperti Jogja Fried Chicken atau Es Teler 77. Jika Anda berencana membuka franchise cepat saji, Anda harus ingat bahwa biaya awal bisnis franchise lebih besar daripada membuka restoran sendiri.

Fast Casual Dining
Restoran jenis ini merupakan tren terbesar saat ini. Restoran fast casual lebih mewah ketimbang restoran cepat saji. Restoran tipe ini menyediakan piring dan sendok-garpu sekali pakai, tapi makanan yang disajikan lebih berkelas, seperti roti gourmet dan bahan-bahan organik. Dapur terbuka, di mana konsumen bisa melihat makanan yang sedang disiapkan secara langsung, lebih populer pada restoran fast casual . The Soup Spoon dan BonChon Chicken di Jakarta adalah contoh restoran fast casual dining.

Kafe (Café)
Kafe adalah sebuah restoran yang tidak menawarkan layanan meja. Konsumen memesan makanan dari sebuah counter dan mengambilnya sendiri. Menu kafe biasanya bervariasi, seperti kopi, espresso, gorengan, dan sandwich. Kafe (café) berasal dari Eropa dan sering dikaitkan dengan Prancis. Kafe dikenal karena suasana yang kasual dan santai. Tempat duduk di luar ruangan adalah ciri lain dari kafe. Istilah bistro kadang-kadang dicampuradukkan dengan kafe. Bistro sebenarnya merupakan sebuah kafe yang menawarkan menu makanan penuh (namun, lebih murah daripada restoran biasa).

Casual Style Dining
Restoran jenis ini juga dikenal dengan restoran ala keluarga di Amerika Serikat. Restoran gaya kasual menawarkan harga yang terjangkau. Restoran jenis ini adalah salah satu pasar paling luas di Amerika Serikat saat ini. Restoran gaya kasual bisa hadir dalam berbagai tema, dari seafood, chinese hingga ala Italia. Restoran gaya kasual menawarkan layanan meja, piring biasa, tapi harga menunya lebih terjangkau.
Ingin informasi lebih jauh tentang peluang bisnis casual dining restoran di Indonesia, silakan baca artikel tentang casual dining dan fast food resto berikut.

Fine Dining
Sama dengan namanya, fine dining digunakan untuk menggambarkan sebuah restoran yang lebih mewah, menawarkan suasana yang elegan dan pelayanan kualitas tinggi bagi pengunjung. Chef di restoran jenis fine dining biasanya terlatih dan profesional. Adapun harga makanan yang disajikan lebih mahal, tapi sesuai dengan kualitasnya.

Bagaimana Cara Memulai Usaha Rumah Makan

Banyak orang bermimpi untuk membuka restoran sendiri, karena bisnis kuliner ini memang menjanjikan keuntungan yang cukup menggiurkan. Sama dengan jenis usaha yang lain, bisnis rumah makan memiliki resiko kegagalan dan kesuksesan yang sama besarnya. Untuk meminimalkan resiko kegagalan maka perencanaan yang matang mutlak diperlukan. Berikut ini panduan tahap demi tahap untuk memulai bisnis rumah makan / restoran.

Tentukan konsep restoran
Langkah pertama untuk membuka restoran baru adalah menentukan jenis restoran yang akan Anda buka. Apakah Anda berencana membuka restoran makan malam berkelas atau restoran dengan menu biasa? Apakah Anda berencana menyajikan suatu menu spesifik, seperti menu Italia, Prancis, atau India? Atau mungkin Anda ingin berfokus pada satu bidang saja, misalnya microbrewery atau pub? Sebelum Anda melangkah ke langkah kedua, terlebih dulu tentukanlah jenis restoran yang akan Anda buka.

Pilih lokasi restoran
Lokasi, lokasi, dan lokasi. Lokasi dapat membuat sebuah restoran sukses atau gagal. Sebelum Anda menjalankan usaha dan menandatangani perjanjian sewa lokasi, kerjakanlah PR Anda terlebih dulu. Apakah lokasi restoran tersebut berada di daerah yang sibuk dan banyak dilalui pejalan kaki? Jika tidak, apakah ada lokasi parkir yang memadai? Apakah sudah ada puluhan restoran yang datang dan pergi di tempat yang sama? (Jika hal ini terjadi, berarti itu adalah tanda bahaya).

Tentukan nama restoran
Mungkin ini adalah tahap paling menyenangkan saat membuka sebuah restoran. Pilih nama restoran yang ada artinya, bisa saja merupakan cerminan dari tema atau lokasi. Misalnya, sebuah restoran Italia dinamai Giovanni’s, atau diambil dari nama pemilik, seperti Paula Deen’s Savannah Restaurant, The Lady & Son’s.

Buat rencana bisnis
Ada dua alasan penting kenapa Anda membutuhkan sebuah rencana bisnis. Pertama, rencana bisnis membantu Anda mengidentifikasi masalah besar dalam rencana usaha restoran tersebut, misalnya basis populasi yang tidak cukup atau lokasi yang buruk. Kedua, tidak ada bank yang akan membantu pendanaan jika Anda tidak memiliki rencana bisnis.

Rancang restoran Anda
Sebuah ruangan yang besar dan kosong tiba-tiba akan terasa penuh saat Anda mulai membuat dapur, memasukkan kulkas, bar, ruang istirahat, atau ruang tunggu. Rancangan sebuah restoran harus seimbang dari segi estetika dan kapasitas tempat duduk. Namun, utamakanlah kepraktisan selalu.

Tulis menu restoran
Sebuah menu restoran harus mudah dibaca dan memiliki susunan yang teratur. Beberapa hal yang harus dihindari dalam menu restoran adalah clipart atau embel-embel yang terlalu banyak tapi tidak penting.

Pilih dan beli perlengkapan restoran dengan bijak
Jika Anda telah memilih desain restoran, Anda bisa memulai membeli peralatan dapur komersial dan furnitur untuk ruang makan dan daerah lain di depan rumah. Agar lebih hemat, Anda bisa membeli peralatan bekas serta menyewa benda-benda tertentu. Peralatan komersial dengan logo “Hemat Energi” awalnya mungkin lebih mahal, tapi akan lebih hemat setelah digunakan satu tahun.

Seleksi staf restoran
Mendekati hari pembukaan restoran, Anda harus mulai menyeleksi karyawan untuk dapur dan lantai. Staf dapur, pelayan, dan bartender, semuanya merupakan bagian penting dari sebuah restoran, dan Anda harus memilih orang yang sesuai untuk setiap posisi.

Buatlah pengumuman tentang restoran baru tersebut
Untuk restoran baru, iklan adalah suatu keharusan. Ganti media iklan tradisional, seperti koran dan iklan radio, dengan media yang baru. Jangan mengabaikan pentingnya sebuah website yang baik untuk restoran. Gunakan situs-situs media sosial, seperti Twitter, Facebook, Blackberry Messenger dan Whatsapp untuk menyebarkan informasi tentang rencana pembukaan rumah makan Anda.

Memilih Lokasi Usaha Rumah Makan : 7 Hal Yang Perlu Diperhatikan

Tidak semua lokasi cocok untuk restoran. Menemukan lokasi rumah makan yang baik lebih sulit daripada yang Anda pikirkan sebelumnya. Suatu lokasi yang terlihat sempurna—misalnya, jalan yang sibuk dan dilalui banyak pejalan kaki di tengah kota—belum tentu baik. Di lain pihak, sebuah tempat yang tidak pernah Anda pikirkan sebelumnya—misalnya, sebuah toko sepatu tua di pinggiran kota—mungkin saja sangat sukses.
Tentu saja, kualitas makanan dan pelayanan sangat penting untuk kesuksesan sebuah restoran. Tetapi lokasi pun juga tidak kalah pentingnya, khususnya di tahun-tahun pertama pendirian rumah makan. Berikut ini 7 hal yang harus diperhatikan saat memilih lokasi untuk usaha rumah makan.

1. Harus memiliki tempat parkir yang mencukupi.
Pengunjung biasanya sangat malas. Mereka tidak akan mau mampir jika mereka harus berjalan jauh menuju restoran Anda, dan lebih memilih mencari tempat lain yang “lebih nyaman”. Jika Anda tinggal di daerah perkotaan, di mana setiap orang berjalan dan transportasi umum tersedia, lokasi parkir menjadi tidak begitu penting. Namun, jika Anda berencana mendirikan sebuah restoran, di mana Anda harus mengemudi ke lokasi tersebut, sebaiknya sediakan tempat parkir. Jika lokasi restoran Anda tidak memiliki tempat parkir, apakah ada tempat parkir umum di sekitarnya?

2. Pastikan restoran Anda terlihat (visible).
Tempat yang agak tinggi atau banyak dilalui kendaraan cocok untuk restoran. Pastikan restoran (atau papan nama restoran) Anda bisa dilihat oleh publik. Hal ini sama dengan iklan gratis, untuk mengingatkan orang bahwa Anda ada di sana dan mereka harus mampir suatu saat untuk makan malam.

3. Pertimbangkan ukuran.
Sebuah bistro atau coffee shop yang kecil sekalipun membutuhkan ruang yang memadai untuk dapur, kulkas dorong, tempat penyimpanan, dan kantor untuk urusan administrasi. Sebuah lokasi yang terlihat luas bisa saja akan menjadi sesak oleh barang-barang yang dibutuhkan untuk membuka restoran. Carilah informasi lebih banyak tentang cara memiliki lokasi sebuah restoran.

4. Pelajari usaha-usaha yang pernah ada di lokasi tersebut.
Sekali lagi, penelitian secara mendalam akan membantu Anda belajar tentang apakah ada restoran lain yang sebelumnya berada di tempat yang sama… dan bagaimana nasib mereka. Anda bisa belajar banyak dari kegagalan dan keberhasilan para pendahulu, dan hal ini bisa menjadi petunjuk apakah Anda sudah memilih lokasi yang tepat atau tidak.

5. Kenali lingkungan di sekitarnya.
Saat mencari lokasi sebuah restoran, pertimbangkan siapa lagi yang menjalankan usaha di sekitarnya. Apakah sudah ada beberapa restoran dengan konsep yang sama dengan restoran Anda? Apakah daerah tersebut sibuk atau penuh dengan toko yang kosong? Usaha yang sukses akan menarik usaha sukses lainnya.

6. Pertimbangkan jarak lokasi, jangan terlalu jauh dari pusat pemukiman atau pusat bisnis.
Banyak restoran didirikan di tempat yang terasing dan cukup sukses. Namun, membuka sebuah restoran di luar kota (di lokasi yang jauh) sama dengan taruhan. Pengunjung mungkin datang pada saat-saat tertentu, tapi tidak secara teratur.

7. Jangan terburu-buru.
Saat Anda mengunjungi sebuah tempat, Anda mungkin berkata, “Ini dia!” Namun, sebelum Anda mulai merancangnya, pastikan Anda telah mengunjungi banyak tempat. Kunjungi calon lokasi tersebut beberapa kali, di saat yang berbeda, selama hari kerja dan akhir minggu. Misalnya, apakah daerah tersebut benar-benar sibuk pada hari kerja tapi “mati” pada malam hari dan di akhir minggu?
Kesabaran akan sangat berguna saat memilih lokasi sebuah restoran. Carilah informasi lebih lanjut tentang sewa-menyewa sebuah ruang komersial.