Ternyata Olah Raga Tidak Hanya Menyehatkan, Tetapi Juga Membuat Anda Lebih Bahagia

sehat dengan olah raga

Sadarkah Anda betapa kehidupan modern sangat memanjakan kita? Coba sejenak kita menoleh ke belakang tiga puluh atau empat puluh tahun yang lampau, saat hari-hari awal kita duduk di bangku sekolah.

Tahun 1975 adalah saat-saat awal saya duduk di bangku Sekolah Dasar. Berikut adalah beberapa hal yang masih melekat dalam pikiran :

– TVRI adalah satu-satunya stasiun televisi saat itu. Setiap hari siaran TV baru dimulai pukul lima sore. Karena minimnya hiburan elektronik, masih mudah menjumpai anak-anak bermain di halaman rumah.

– Pesawat telepon dan kendaraan bermotor masih merupakan barang yang sangat mewah. Untuk menghubungi tetangga, teman, atau saudara dekat kita harus melangkahkan kaki atau mengayuh sepeda untuk bertatap muka secara langsung.

– Tidak seperti sekarang, saat itu peralatan elektronik dan elektrik masih sangat minim. Kulkas masih sangat jarang, mesin cuci belum ada. Saat pertama kali saya belajar menyetrika baju, masih harus memakai seterika arang yang ada miniatur ayam jago di bagian atasnya.

Sekarang coba kita bandingkan dengan yang ada di sekeliling kita. Semuanya serba otomatis. Dari membuat kopi hingga membersihkan lantai, semua bisa diselesaikan dengan mesin.

Hari-hari dalam kehidupan kita menjadi terlalu nyaman. Sayangnya kenyamanan ini juga membawa beberapa efek negatif. Salah satu yang paling menonjol adalah kehidupan manusia modern cenderung miskin gerakan fisik. Tanpa sadar orang menjalani gaya hidup sedentari (sedentary life style).

Gaya hidup sedentari terutama banyak menghinggapi pekerja kantoran. Mereka lebih banyak duduk di belakang meja dan tidak mengimbanginya dengan aktifitas gerak yang cukup. Gaya hidup seperti ini sangat beresiko menimbulkan masalah kesehatan fisik maupun non-fisik.

Dalam salah satu laman website-nya, National Health Services dari pemerintah Inggris mengungkapkan keuntungan-keuntungan yang kita dapatkan jika kita cukup aktif bergerak dalam keseharian kita, beberapa di antaranya adalah:

– Menurunkan resiko penyakit jantung koroner dan stroke hingga 35%
– Menurunkan resiko diabetes tipe 2 hingga 50%
– Menurunkan resiko kanker usus besar hingga 50 %
– Menurunkan resiko kanker payudara hingga 20%
– Menurunkan resiko radang sendi hingga 83%

Yang mungkin belum banyak diketahui orang, ternyata kecukupan gerak dalam kehidupan sehari-hari juga membuat kehidupan kita lebih berbahagia.

Saat tubuh aktif bergerak, jantung memompa lebih banyak darah ke seluruh tubuh termasuk otak. Otak pun mendapatkan lebih banyak suplai oksigen dan nutrasi. Pada saat yang sama olah gerak tubuh juga merangsang otak untuk mengeluarkan hormon endorphine dan sejenis protein yang dinamakan BDNF (Brain-derived neurotrophic factor).

Kehadiran endorphine dan BDNF menyebabkan munculnya perasaan tenang dan bahagia dalam diri kita. Hal ini mirip dengan efek yang ditinbulkan oleh morfin ataupun heroin.

Protein BDNF juga membantu otak melakukan regenerasi sel-sel syaraf baru maupun memperbaiki sel-sel yang rusak. Hal inilah yang menyebabkan orang dengan lebih banyak gerak memiliki resiko lebih kecil terhadap kepikunan dan memiliki memori yang lebih kuat.

Bahkan penelitian yang dilakukan oleh Daniel M. Lenders, seorang Emiritus Profesor dari Arizona State University, menunjukkan kemungkinan olah gerak mampu memberikan terapi lebih baik terhadap penderita sindrom kecemasan (anxiety syndrome),dibandingkan jenis terapi yang lain seperti relaksasi, meditasi, dan terapi musik.

Shawn Achor dalam bukunya, The Happiness Advantage, mengemukakan salah satu hasil penelitian yang cukup menarik. Dalam penilitian tersebut bebarapa penderita depresi dibagi menjad tiga kelompok. Kelompok pertama diberi terapi medis dengan obat-obatan. Kelompok kedua mendapatkan terapi berupa gerak badan. Terapi kombinasi medis dan gerak badan diberikan kepada kelompok ketiga.

Enam bulan setelah terapi, dilakukan pemeriksaan kesehatan terhadap semua peserta. Hasilnya sangat mengejutkan.

Dari kelompok pertama 38% di antaranya kembali mengalami depresi. Kelompok ke-3 yang menerima kombinasi terapi medis dan olah gerak menunjukkan tingkat kesembuhan yang lebih baik. Hanya 31% dari mereka yang kambuh kembali.

Justru kelompok ke-2 yang hanya menerima terapi berupa aktivitas olah raga menunjukkan hasil luar biasa. Hanya 9% dari mereka yang kembali mengalami depresi!

Yang menjadi pertanyaan sekarang, olah raga atau aktivitas gerak badan seperti apa yang mampu membuat raga dan jiwa kita tetap terjaga kesehatannya?

Dari pencarian di internet, saya tidak menemukan panduan resmi dari Depertemen Kesehatan RI. Untuk itu saya mengambil beberapa referensi dari sumber luar negeri.

Baik US Depertement of Health and Human Services maupun UK National Health Services memberikan panduan yang sama tentang intensitas gerak badan yang harus kita lakukan untuk menjaga keshehatan fisik dan mental.

Kedua lembaga tersebut sama-sama merekomendasikan dua pilihan gerak badan kepada kita yang masuk kelompok usia dewasa (19-64 tahun). Anda bisa memilih salah satu yang sesuai dengan kondisi fisik, minat dan kemudahan untuk melakukannya.

Pilihan pertama adalah gerak badan dengan intensitas sedang. Beberapa aktivitas yang masuk kelompok ini adalah :

– Jalan kaki, dengan kecepatan kira-kira 4 km/jam
– Bersepeda di jalan datar, dengan kecepatan kira-kira 16 km/jam
– Tenis meja
– Tenis ganda (berpasangan)
– Hiking
– Bermain basket
– Bermain bola voli
Dancing

Jika memilih melakukan aktivitas ini, dalam seminggu minimal Anda harus melakukannya selama 150 menit. Jadi misalkan Anda melakukannya dalam lima hari, maka setiap hari Anda cukup berolah raga selama 30 menit.

Aktifitas yang dilakukan pun bisa dibuat bervariasi. Misalkan hari Senin jalan kaki. Selasa bersepeda. Rabu bermain tennis dengan rekan sekantor. Kamis tenis meja. Jum’at bersepeda lagi.

Sementara jika lebih menyukai melakukan gerak badan berintensitas tinggi, Anda harus melakukannya minimal 75 menit dalam seminggu. Beberapa aktivitas yang masuk dalam kelompok ini di antaranya adalah :

– Jalan cepat, kira-kira 6-7 km/jam
– Lari
– Renang
– Jogging
– Bersepeda, kecepatan kira-kira 25 km/jam
– Aerobik
– Tenis tunggal
– Lompat tali / skipping

Jika Anda tidak melakukan aktifitas olah raga dalam jangka waktu lama, maka sebaiknya Anda terlebih dahulu memulainya dengan olah raga berintensitas sedang. Anda tidak perlu langsung memasang target tinggi, karena kalau gagal mencapainya justru akan membuat semangat kita menjadi kendur.

Mulailah dari yang ringan-ringan terlebih dahulu. Tiga kali seminggu masing-masing 15-20 menit sudah sangat bagus jika Anda bisa benar-benar melakukannya.

Setelah berhasil menjadikan “Tiga kali sepuluh menit dalam seminggu” sebagai rutinitas mingguan, maka Anda bisa meningkatkannya menjadi tiga kali seminggu masing-masing selama 20 menit. Begitu seterusnya hingga Anda benar-benar bisa mencapai 150 menit berolah raga dalam seminggu.

Untuk mengetahui daftar lebih lengkap tentang aktifitas olah raga intensitas sedang maupun berat, silakan langsung menuju ke panduan berikut ini.

Selain melakukan olah raga di atas, US Dapartement of Health dan UK NHS juga merekomendasikan setiap orang untuk melakukan olah raga khusus untuk meperkuat otot. Contoh olah raga otot ini di antaranya adalah:

– Angkat beban
– Sit-up dan push-up
– Bercocok tanam

Aktivitas untuk latihan memperkuat otot ini cukup dilakukan dua kali dalam seminggu, masing-masing sebanyak 24 – 36 kali setiap kali latihan

Nah tunggu apa lagi? Ayo mulai berolah raga agar bisa lebih enjoy dengan hari-hari kita!

Belajar Dari Warren Buffet : Kesederhanaan dan Semangatnya untuk Terus Belajar

warren buffet

Kenalkah Anda dengan Warren Buffet? Ya, dialah CEO dan pemegang saham terbesar Berkshire Hathaway, sebuah perusahaan konglomerat multinasional yang berbasis di Omaha, Nebraska (USA).

Lahir di Omaha pada 30 Agustus 1930, Buffet merupakan salah satu konglomerat yang secara konsisten berada pada papan atas daftar orang kaya menurut majalah Forbes.

Dengan nilai kekayaan sekitar 870 trilliun rupiah, Buffet menduduki peringkat ke-3 dalam Forbes List 2015, hanya kalah dari Bill Gates pemilik Microsoft dan Carlos Slim konglomerat telekomunikasi dari Meksiko.

Dengan kekayaan sebesar itu dan puluhan anak perusahaan yang ada di bawah Berkshire Hathaway, banyak orang tentu membayangkan betapa sibuknya kehidupan Warren Buffet sehari-hari.

Ya benar, Warren Buffet adalah seorang bussinesman super sibuk. Tetapi kesibukan utama seorang Warren Buffet sehari-hari bukanlah menghabiskan waktunya untuk meeting dengan para direktur anak perusahaan Berkshire Hathaway,

Kenyataan yang ada, Warren Buffet lebih banyak menghabiskan waktunya sehari-hari untuk membaca buku, surat kabar, majalah dan laporan-laporan. Banyak orang yang mengenal dekat Buffet menyatakan bahwa dia menghabiskan 80% dari waktu kerjanya untuk membaca.

Untuk seorang Warren Buffet, membaca adalah bagian dari pekerjaan . Membaca adalah kunci sukses untuk mengembangkan Berkshire Hathaway. Buffet adalah seorang yang percaya dengan adagium “Knowledge is power“. Dia percaya bahwa kunci sukses seorang pengusaha atau eksekutif profesional adalah pengetahuan.

Dalam salah satu kesempatan saat mengisi kuliah tentang investasi di Columbia University, salah seorang peserta mengajukan pertanyaan apa hal terbaik yang harus dilakukan jika ingin berkarir di investmen bussines

Sejenak berpikir, Buffet mengumpulkan berkas-berkas yang dia bawa. Sambil mengacungkan segepok laporan, jurnal bisnis dan berkas lainnya ke arah peserta kuliah, Buffet mengatakan, “Baca tulisan dan laporan seperti ini, paling tidak lima ratus halaman setiap hari. Kalian semua pasti bisa melakukannya, tapi saya yakin hanya beberapa orang saja dari kalian yang akan melakukannya.”

Todd Combs, salah seorang mahasiswa yang hadir dalam kuliah tersebut sekaligus pengagum berat Warner Buffet bertekad melaksanakan nasihat tersebut dengan sepenuh hati. Hasilnya, kini dia merupakan salah seorang manager kepercayaan Buffet di Berkshire Hathaway. Atas kesuksesannya memutar roda usaha sepanjang tahun 2012, Combs berhak atas bonus sebesar 50 juta dollar. Satu jumlah yang luar biasa.

Hari-hari kerja Buffet juga tidak disibukkan dengan mengunjungi ataupun menerima tamu pejabat pemerintahan ataupun pengusaha besar lainnya.

Bill Gates adalah salah satu teman dekat yang sangat paham bagaimana Buffet melewatkan hari-hari kerjanya. Menceritakan kembali saat saat pertama kali bertemu Warren Buffet tanggal 5 Juli 1991, Gates menyatakan keterkejutannya saat sekilas melihat agenda kerja sang investor.

Saat hendak berpisah, Gates dan Buffet membuat janji untuk bertemu kembali. Buffet pun mengeluarkan buku agendanya untuk mencatat jadwal pertemuannya. Saat itulah Bill Gates melihat buku agenda Buffet lebih banyak kosongnya, tidak seperti yang dia bayangkan.

Dalam suatu interview dengan Levo League, Buffet menyampaikan salah satu prinsip bisnisnya. “Keep control of your time. You won’t keep control of your time unless you can say NO. You can’t let other people set your agenda in life.”

Berkelimpahan materi tidak membuat Warren Buffet bergaya hidup boros. Malah bisa dikatakan gaya hidupnya terlalu sederhana untuk ukuran pengusaha yang namanya selalu tercantum dalam daftar orang terkaya sedunia.

Hingga saat ini Buffet tetap tinggal di rumah yang sama yang dia beli tahun 1958. Kantornya pun tetap menempati gedung yang sama dengan kantor saat dia pertama kali memulai usaha. Jarak rumah dan kantor Buffet hanya lima menit berkendara. Keduanya terletak di jalan yang sama, Farnam Street, Omaha, Nebraska.

Dalam acara Person to Person dari CBS News, Charlie Rose bertanya apakah tidak ada keinginan dalam diri Buffet untuk membeli banyak rumah, kapal pesiar atau pulau pribadi seperti halnya para billionaire lainnya.

Dengan ringan Waren Buffet pun menjawab, “I have every possession I want. I have a lot of friends who have a lot of more possessions. But in some cases, I feel their possession posses them, rather than the other way around.”

Bulan Februari 2015 yang lalu, Buffet melelang Cadillac DTS miliknya melalui situs online Proxibid. Hasil penjualannya sebesar $ 122.500 diserahkan ke sebuah lembaga amal Girls Inc. Buffet telah memakai mobil tersebut selama delapan tahun sejak 2006.

Dalam urusan mobil pun Buffet bukan termasuk pengusaha yang gemar bergonta-ganti mobil baru. Sebelum mengendarai Cadillac DTS, Buffet memiliki Lincoln Town Car yang dia pakai selama lima tahun.

Kesederhanaan seorang Warren Buffet juga terlihat dalam hal dia memperlakukan rekan-rekan bisnisnya. Seringkali dia menjemput sendiri tamu-tamu Berkshire Hathaway dan menjamu mereka di Mc Donald yang terletak hanya bebeapa blok dari kantornya.

Memang untuk seorang Warren Buffet kesuksesan dan kebahagiaan adalah hal yang sederhana. Berada di kantor melakukan pekerjaan sehari-hari, menghabiskan waktu untuk membaca dan selalu berusaha meningkatkan kualitas pribadi, adalah dua hal sederhana yang sangat dinikamti oleh Buffet.

“Success is really doing what you love and doing it well. It is as simple as that. Really getting to do what you love to do everyday, that is really the ultimate luxury.”

Sementara untuk kegemarannya bermain bridge Buffet mengatakan, “I love playing bridge, I talk to my friends, and I pretty much don’t do anything I don’t like to do. I am very fortunate in that. I am pretty much in command of my own time, and I have a lot of fun doing it.”

Belajar dari Warren Buffet, sepertinya kebahagiaan adalah hal yang sederhana. Cara berpikir kita saja yang kadang kala menjadikannya sebagai suatu hal yang rumit.

Berapa Jam Kita Harus Tidur Dalam Sehari Semalam?

Berapa jam rata-rata kita tidur dalam sehari? Sadarkah bahwa seperempat hingga sepertiga umur kita dihabiskan untuk tidur saja?

Mengapa kita harus meluangkan begitu banyak waktu untuk tidur? Bukankah waktu adalah sumber daya yang tidak terbeli dengan uang? Ya betul, karena tidur sangat penting untuk kesehatan fisik dan mental.

Orang yang mengalami kurang tidur secara terus menerus dalam jangka waktu lama, akan sangat beresiko terhadap gangguan kesehatan berikut :

– Tekanan darah tinggi
– Stroke
– Penyakit jantung
– Obesitas
– Diabetes
– Kehilangan daya konsentrasi
– Penurunan gairah seksual
– Penurunan kemampuan memori
– Penurunan daya tahan tubuh
– Penuaan dini

Yang menjadi pertanyaan sekarang, berapa lama kita harus tidur setiap hari agar kesehatan tetap terjaga ?

Dari penelusuran di internet, saya tidak mendapatkan rekomendasi resmi dari Departemen Kesehatan RI untuk masalah tidur ini. Salah satu rekomendasi yang ada adalah dari National Sleep Foundation ( NSF ).

Menurut rekomendasi tersebut, kebutuhan waktu tidur seseorang akan semakin berkurang seiring dengan bertambahnya usia. Berikut adalah daftar lengkap durasi tidur yang sehat untuk berbagai rentang usia sejak bayi baru lahir hingga manula menurut NSF :

1. Bayi 0 – 3 bulan = 14 – 17 jam/hari
2. Bayi 4 – 11 bulan = 12 – 15 jam/hari
3. Balita 1 – 2 tahun = 11 – 14 jam/hari
4. Balita 3 – 5 tahun = 10 – 13 jam/hari
5. Anak 6 – 13 tahun = 9 – 11 jam/hari
4. Remaja 14 – 17 tahun = 8 – 10 jam/hari
5. Anak muda 18 – 25 tahun = 7 – 9 jam/hari
6. Dewasa 26 – 64 tahun = 7 – 9 jam/hari
7. Manula 65 ke atas = 7 – 8 jam/hari

Sementara hasil penelitian Prof. Daniel Kripke dari University of California, San Diego menunjukkan justru orang dewasa yang paling sehat dan memiliki produktivitas kerja paling tinggi adalah yang memiliki kebiasaan tidur 6.5 – 7.5 jam setiap malamnya.

Dari hasil penelitiannya, Daniel Kripke juga menyatakan orang yang tidur kurang dari 6.5 jam maupun lebih dari 8 jam semalam, sama-sama memiliki resiko lebih tinggi terhadap gangguan kesehatan fisik dan mental dibanding mereka yang tidur 6.5 – 7.5 jam setiap malamnya.

Lalu bagaimana kita menyikapi 2 pendapat yang berbeda tersebut ? Berkaca dari kebiasaan yang ada di Indonesia, saya lebih memilih hasil penelitian Kripke untuk referensi hidup sehat sehari-hari.

Untuk orang dewasa yang sudah bekerja, sangat sulit untuk bisa tidur 8 jam sehari. Saya sendiri mempunyai kebiasaan setiap malam tidur jam 22.00 dan bangun jam 04.00 pagi.

Di kantor saat siang hari, jika kantuk menyerang (dan ini terjadi setiap hari), saya selalu menyempatkan untuk tidur siang sejenak barang 15 – 20 menit. Hari Sabtu atau Minggu, jika di rumah sedang tidak ada kegiatan, saya sering meluangkan waktu untuk tidur sejenak 60 hingga 90 menit.

Lalu bagaimana jika waktu tidur kita sehari-hari kurang dari 6 jam atau bahkan lebih dari 8 jam? Beberapa orang memang dikaruniai bakat untuk memiliki waktu tidur lebih pendek dari rata-rata orang pada umumnya. Biasanya ini berhubungan dengan faktor keturunan atau genetis.

Thomas Alfa Edison, Leonardo Da Vinci dan Nicola Tesla adalah contoh dari sedikit manusia yang mampu tidur kurang dari 5 jam setiap harinya. Meskipun setiap hari hanya tidur 3-4 jam, mereka adalah para inventor yang berhasil menelurkan karya-karya luar biasa.

Sementara di sisi lain kita mendapatkan Albert Einstein memerlukan tidur 10 jam setiap harinya agar bisa bekerja dengan baik.

Beberapa pemimpin negara besar juga dikenal sebagai orang yang memerlukan tidur panjang melebihi rata-rata kebutuhan normal. Presiden Amerika Calvin Coolidge, Lyndon Johnson dan Ronald Reagan serta perdana menteri Inggris Winston Churchil memiliki waktu tidur rata-rata di atas 8 jam per hari. Mereka juga dikenal sering mencuri waktu untuk tidur siang pada waktu jam kerja.

Jadi anda tidak perlu gelisah jika memiliki kebiasaan tidur lebih sedikit ataupun lebih panjang dari orang-orang di sekitar anda. Ada kemungkinan hal tersebut dikarenakan faktor genetis atau keturunan.

Yang paling penting adalah kebiasaan tidur tersebut tidak menimbulkan gangguan kesehatan fisik maupun mental. Untuk itu ada baiknya jika anda yang memiliki kebiasaan tidur pendek dan tidur panjang melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

BELAJAR DARI KEGAGALAN (2)

Image and video hosting by TinyPic
Tahun 1936 saat terbaring di rumah sakit akibat kecelakaan balap mobil, Honda harus menerima kenyataan pahit. Dari 30.000 ring piston yang dikirim ke pabrik Toyota, hanya 50 biji yang dinyatakan layak untuk uji kualitas. Akhirnya
dari 50 ring piston yang diuji laboratorium, hanya 3 biji saja yang dinyatakan memenuhi standar kualitas Toyota Motor. Dengan kata lain hanya 1 dari setiap 10.000 produk ring pistonnya yang bisa diterima Toyota Motor.

Menjadi cibiran dan bahan tertawaan kolega dan teman-temannya, tidak membuat dirinya putus asa. Bahkan dia rela kembali menempuh pendidikan mekanik untuk menyempurnakan tehnik produksi ring pistonnya. Akhirnya setelah 2 tahun bergelut di bengkel dan laboratorium, Honda memutuskan
mendirikan perusahaan sendiri, Tokai Seiki, yang khusus memproduksi ring piston. Keberuntungan pun mulai menghampirinya setelah Toyota Motor memberikan kontrak kepada Tokai Seiki sebagai supplier ring piston.

Perang dunia ke-2 membuat Toyota Motor harus memacu produksi mesin-mesin untuk kendaraan perang. Tokai Seiki pun kebanjiran order ring piston.
Tidak hanya dari Toyota Motor, tetapi juga dari pabrik pesawat terbang dan galangan kapal. [Read more…]

BELAJAR DARI KEGAGALAN (1)

Image and video hosting by TinyPic
Kapan terakhir kali kamu mengalami kegagalan..? Kegagalan dalam menutup penjualan, gagal menyelesaikan proyek dengan dead line yang sudah ditentukan, gagal dalam presentasi produk bahkan gagal mempertahankan kehidupan rumah tangga ataupun gagal lagi memulai usaha yang sudah kamu rencanakan dengan tekad bulat selama berbulan bulan.
Hampa, hambar…..mungkin seperti itu perasaan yang kamu alami. Kegagalan sering kali membuat gairah hidup menguap dari jiwa kita. Perasaan seperti ini sangat wajar dan sangat manusiawi.
Kegagalan adalah satu hal yang pasti terjadi dalam rentang kehidupan kita. Bukankah saat balita kita pun sering terjatuh saat baru mulai belajar berjalan.
Hebatnya,….saat itu kita tidak pernah putus asa untuk mencoba dan mencoba lagi.
Alangkah hebatnya jika kita mampu mendapatkan kembali semangat juang yang begitu luar biasa, yang pernah hadir dalam diri kita masing-masing. Coba mari kita renungkan kutipan kalimat luar biasa dari Soichiro Honda, pendiri Honda Motor Company :
“Success can be achieved only through repeat failures and introspection. In fact,
success represent the 1% of your work wich result from the 99% that is called
failure”
Terjemahan bebasnya kurang lebih :
“Sukses hanya bisa dicapai melalui kegagalan dan pembelajaran yang berulang-ulang. Sesungguhnya, sukses itu adalah perwujudan dari 1% seluruh kerja kerasmu, sementara 99% sisanya berujung pada apa yang biasa disebut kegagalan”
Dari sinilah beberapa cerita kegagalan Soichiro Honda dalam perjalanan hidupnya.

Honda di masa kecilnya dikenal sebagai siswa yang kurang cerdas. Suatu kali saat menerima raport sekolah, Honda memilih memalsukan tanda tangan ayahnya, karena tidak ingin melihat sang ayah kecewa. Saat Honda senior menerima laporan dari sekolah, diapun langsung menghukum Soichiro dengan menyuruhnya berlutut selama satu hari penuh.

Karena kegemarannya akan mekanik, setamat sekolah menengah, Soichiro pun langsung melamar kerja ke bengkel mobil Art Shokai di Tokyo. Apa daya pemilik bengkel hanya memberinya pekerjaan sebagai petugas cleaning service. Pantang
menyerah, Soichiro melakoni pekerjaan tsb. Akhirnya sang pemilik bengkelpun mengakui ketekunannya dan mengangkatnya menjadi asisten. 5 tahun setelah memulai kerja sebagai cleaning service, Honda menjadi salah satu kepala bengkel di Art Shokai.

Tetapi Soichiro tetap merasa belum puas menjadi kepala bengkel. Saat menjadi kepala bengkel itulah Honda berusaha mengembangkan produksi ring piston. Hampir seluruh tabungannya ludes untuk membiayai riset pengembangan ring
piston. Bahkan perhiasan sang istri pun ikut terpaksa berpindah ke rumah gadai. Yang lebih menyedihkan, tidak ada seorangpun dari manajemen Art Shokai yang mendukung ide pengembangan bisnis ring pistonnya.