Bisnis Rumah Makan : 8 Pertanyaan Yang Sering Muncul Saat Akan Memulainya

1. Bagaimana cara memilih lokasi sebuah restoran ?
Lokasi, lokasi, dan lokasi. Lokasi dapat membuat sebuah restoran sukses atau gagal. Jika tak seorang pun bisa menemukan restoran Anda, sebaik apa pun makanan dan pelayanan yang Anda tawarkan, tidak akan ada gunanya. Sebelum menempati suatu lokasi, terlebih dulu periksa basis populasi di daerah tersebut, untuk mengetahui apakah ada konsumen potensial yang cukup di sana.
Indikator lain dari sebuah lokasi yang baik adalah bisnis lain di sekitarnya. Apakah lokasi restoran berada di pusat kota yang tumbuh subur atau di sebuah kota “hantu” yang terlupakan?

2. Berapa waktu kontrak yang pantas jika saya ingin menyewa lokasi restoran ?
Mulailah dengan kontrak satu tahun, atau paling lama dua tahun. Satu atau dua tahun cukup untuk mengetahui apakah lokasi tersebut merupakan pilihan yang tepat atau tidak untuk sebuah restoran. Informasi lebih lanjut tentang cara bernegosiasi untuk kontrak restoran.

3. Bagaimana cara memilih nama restoran ?
Memberi nama sebuah restoran hampir sama dengan memberi nama seorang anak; harus dipilih dan dipertimbangkan secara saksama. Nama sebuah restoran mencerminkan lokasi, tema, atau riwayat lokal. Nama restoran bisa berupa permainan kata, seperti Jejamuran yang memang khusus menyediakan menu dari berbagai macam jamur.

4. Apakah saya harus membeli peralatan restoran yang baru atau bekas ?
Bergantung pada jenis peralatan dan usianya. Beberapa peralatan dapur komersial memiliki usia ekonomis yang rendah, misalnya pembuat es. Jadi lebih baik menyewa atau membeli baru yang masih memiliki garansi. Peralatan dapur lainnya, seperti tabung gas, laksana dinosaurus yang tahan selamanya. Maka, cukup dengan sedikit perawatan, tabung bisa dibeli dalam kondisi bekas tanpa perlu membuat Anda merasa khawatir.

5. Bagaimana cara menentukan harga menu di restoran saya ?
Rumus umum untuk menu restoran adalah 30%-35% dari harga bahan atau lebih. Artinya, harga makanan untuk menu tertentu tidak boleh melebihi 30% dari biaya yang Anda keluarkan. Jika Anda membuat ayam goreng seharga 18 ribu rupiah untuk menu makan malam, berarti bahan-bahan untuk menu tersebut tidak boleh lebih dari 6,300 rupiah.

6. Apakah saya harus mempekerjakan seorang manajer atau mengelolanya sendiri ?
Saya menemukan ada dua jenis pemilik restoran. Orang yang merasa nyaman berada di belakang meja dan orang yang lebih suka berada di belakang layar. Jika yang pertama bukan tipe Anda, sebaiknya Anda mempekerjakan seorang manajer untuk bekerja di belakang meja. Namun, jika Anda lebih suka berbicara dengan konsumen dan menangani keluhan konsumen serta tidak merasa nyaman menyerahkannya kepada orang lain, Anda bisa menghemat uang dan melakukannya sendiri, atau menyewa seorang manajer paruh waktu (part-time) untuk menangani segala sesuatunya saat Anda menghadiri semua urusan yang berkaitan dengan pekerjaan sebagai seorang pemilik restoran. Informasi lebih lanjut tentang cara memilih manajer untuk restoran.

7. Apakah bisnis franchise lebih baik daripada restoran milik sendiri (independent restaurant) ?
Bisnis franchise restoran memiliki sisi positif dan negatif. Restoran franchise memiliki nama yang sudah tenar, iklan yang populer, dan menu yang sudah ditentukan. Pada dasarnya, franchise adalah operasi perpanjangan tangan. Namun, Anda membayar semuanya. Terkadang, Anda harus membayar dalam jumlah besar untuk membuka sebuah bisnis franchise.

8. Apakah saya akan menghasilkan banyak uang dengan memiliki restoran ?
Anda mungkin mendapatkan banyak pemasukan, tapi Anda juga harus mengeluarkan banyak uang untuk operasional usaha restoran tersebut. Banyak orang berpendapat bahwa memiliki restoran sama dengan memiliki mesin uang. Dengan memiliki restoran sendiri, Anda mungkin mampu hidup dengan standard di atas rata-rata, selama Anda (sebagai pemilik) bisa melakukan segala sesuatu: menjadi tukang masak, pelayan, manajer, akuntan, dan semacamnya.
Terlalu banyak orang yang membuka restoran dan berpikir bahwa segala sesuatunya bisa diserahkan kepada karyawan, sementara mereka bisa duduk enak dan menghitung keuntungan yang dihasilkan. Awalnya bisa jadi seperti itu. Namun, pada akhirnya, cara berpikir seperti itu akan meruntuhkan bisnis restoran Anda. Ingat, pesaing baru selalu muncul dan siap merebut pelanggan Anda.