BELAJAR DARI KEGAGALAN (2)

Image and video hosting by TinyPic
Tahun 1936 saat terbaring di rumah sakit akibat kecelakaan balap mobil, Honda harus menerima kenyataan pahit. Dari 30.000 ring piston yang dikirim ke pabrik Toyota, hanya 50 biji yang dinyatakan layak untuk uji kualitas. Akhirnya
dari 50 ring piston yang diuji laboratorium, hanya 3 biji saja yang dinyatakan memenuhi standar kualitas Toyota Motor. Dengan kata lain hanya 1 dari setiap 10.000 produk ring pistonnya yang bisa diterima Toyota Motor.

Menjadi cibiran dan bahan tertawaan kolega dan teman-temannya, tidak membuat dirinya putus asa. Bahkan dia rela kembali menempuh pendidikan mekanik untuk menyempurnakan tehnik produksi ring pistonnya. Akhirnya setelah 2 tahun bergelut di bengkel dan laboratorium, Honda memutuskan
mendirikan perusahaan sendiri, Tokai Seiki, yang khusus memproduksi ring piston. Keberuntungan pun mulai menghampirinya setelah Toyota Motor memberikan kontrak kepada Tokai Seiki sebagai supplier ring piston.

Perang dunia ke-2 membuat Toyota Motor harus memacu produksi mesin-mesin untuk kendaraan perang. Tokai Seiki pun kebanjiran order ring piston.
Tidak hanya dari Toyota Motor, tetapi juga dari pabrik pesawat terbang dan galangan kapal.

Kekalahan Jepan dalam PD II ikut menghancurkan Tokai Seiki. Pemboman oleh pasukan Sekutu yang begitu gencar meluluhlantakkan pabriknya yang ada di kota Hamamatsu. Kehancuran pabriknya semakin lengkap saat gempa
bumi Nankai melanda Jepang pada tanggal 13 Januari 1945. Tujuh bulan kemudian, tanggal 15 Agustus tahun yang sama, bangsa Jepang bertekuk lutut kepada tentara Sekutu. Soichiro memutuskan untuk menjual pabrik ring pistonnya kepada Toyota Motor.

Tahun 1946, setelah satu tahun penuh menjauh dari dunia bisnis, Soichiro memutuskan untuk terjun kembali ke dunia otomotif dengan membuka pabrik moped (sepeda motor dengan mesin kecil). Melihat dari nama yang disematkan
pada pabrik mopednya, “Honda Technology Research Institute”, kita bisa melihat ambisi besar Soichiro.

Dari perjalanan waktulah kita bisa melihat betapa semangat pantang menyerah Soichiro mampu membawa Honda menjadi merk dunia yang dikagumi serta disegani.
– Tahun 1946, Honda Technology Research Institute mampu
menjual 1.500 moped produksi mereka yang pertama.
– Tahun 1948 Honda Technology Research Institute berubah
menjadi Honda Motor Company.
– 1949 lahir sepeda motor Honda yang pertama, “The Dream”
– 1958 sepeda motor Honda mendarat di Amerika.
– Mobil Honda pertama diproduksi tahun 1963 di tengah
tantangan dari banyak pejabat pemerintah. Pemerintah
Jepang menganggap pabrik mobil yang ada saat itu sudah
lebih dari mencukupi. Apa yang dilakukan Soichiro
dianggap hanya kesia-siaan belaka.
– Soichiro membuktikan kesalahan berpikir para pejabat
pemerintah, saat penjualan mobil Honda justru meningkat,
sementara merk-merk lain mengalami penurunan di tengah
hantaman krisis minyak tahun 1970.
– 1975 Honda Civic menjadi salah satu mobil paling populer
berkat inovasi catalytic converter yang mampu mengurangi
emisi gas buang.
– 1989 Soichiro Honda mendapat kehormatan sebagai orang
Jepang pertama yang namanya tercantum di America’s
Automotive Hall of Fame. Namanya disejajarkan dengan
Henry Ford ataupun Walter Chrysler.
– Soichiro meninggal pada tanggal 05 Agustus 1991 di Tokyo
dalam usia 84 tahun.
Tahun 2014, Honda Motor Merupakan satu dari sepuluh perusahaan otomotif terbesar di dunia. Hampir 200.000 orang bekerja di pabrik Honda yang tersebar di 5 benua. Pencapaian luar biasa dari anak seorang tukang reparasi sepeda.