BELAJAR DARI KEGAGALAN (1)

Image and video hosting by TinyPic
Kapan terakhir kali kamu mengalami kegagalan..? Kegagalan dalam menutup penjualan, gagal menyelesaikan proyek dengan dead line yang sudah ditentukan, gagal dalam presentasi produk bahkan gagal mempertahankan kehidupan rumah tangga ataupun gagal lagi memulai usaha yang sudah kamu rencanakan dengan tekad bulat selama berbulan bulan.
Hampa, hambar…..mungkin seperti itu perasaan yang kamu alami. Kegagalan sering kali membuat gairah hidup menguap dari jiwa kita. Perasaan seperti ini sangat wajar dan sangat manusiawi.
Kegagalan adalah satu hal yang pasti terjadi dalam rentang kehidupan kita. Bukankah saat balita kita pun sering terjatuh saat baru mulai belajar berjalan.
Hebatnya,….saat itu kita tidak pernah putus asa untuk mencoba dan mencoba lagi.
Alangkah hebatnya jika kita mampu mendapatkan kembali semangat juang yang begitu luar biasa, yang pernah hadir dalam diri kita masing-masing. Coba mari kita renungkan kutipan kalimat luar biasa dari Soichiro Honda, pendiri Honda Motor Company :
“Success can be achieved only through repeat failures and introspection. In fact,
success represent the 1% of your work wich result from the 99% that is called
failure”
Terjemahan bebasnya kurang lebih :
“Sukses hanya bisa dicapai melalui kegagalan dan pembelajaran yang berulang-ulang. Sesungguhnya, sukses itu adalah perwujudan dari 1% seluruh kerja kerasmu, sementara 99% sisanya berujung pada apa yang biasa disebut kegagalan”
Dari sinilah beberapa cerita kegagalan Soichiro Honda dalam perjalanan hidupnya.

Honda di masa kecilnya dikenal sebagai siswa yang kurang cerdas. Suatu kali saat menerima raport sekolah, Honda memilih memalsukan tanda tangan ayahnya, karena tidak ingin melihat sang ayah kecewa. Saat Honda senior menerima laporan dari sekolah, diapun langsung menghukum Soichiro dengan menyuruhnya berlutut selama satu hari penuh.

Karena kegemarannya akan mekanik, setamat sekolah menengah, Soichiro pun langsung melamar kerja ke bengkel mobil Art Shokai di Tokyo. Apa daya pemilik bengkel hanya memberinya pekerjaan sebagai petugas cleaning service. Pantang
menyerah, Soichiro melakoni pekerjaan tsb. Akhirnya sang pemilik bengkelpun mengakui ketekunannya dan mengangkatnya menjadi asisten. 5 tahun setelah memulai kerja sebagai cleaning service, Honda menjadi salah satu kepala bengkel di Art Shokai.

Tetapi Soichiro tetap merasa belum puas menjadi kepala bengkel. Saat menjadi kepala bengkel itulah Honda berusaha mengembangkan produksi ring piston. Hampir seluruh tabungannya ludes untuk membiayai riset pengembangan ring
piston. Bahkan perhiasan sang istri pun ikut terpaksa berpindah ke rumah gadai. Yang lebih menyedihkan, tidak ada seorangpun dari manajemen Art Shokai yang mendukung ide pengembangan bisnis ring pistonnya.